Bagi yang tinggal di daerah Bali, tentu akan tahu tentang Tanah Lot,
dimana di tempat tersebut terdapat bangunan pura yang berada di sebuah
pulau kecil. Ternyata di Amerika, tepatnya di Rhode Island’s
Narragansett juga terdapat bangunan yang menggunakan konsep sama yaitu
menggunakan pulau kecil di tengah laut.
Jika pura di Tanah Lot digunakan sebagai tempat sembahyang dan melakukan
do’a bagi umat Hindu, sedangkan bangunan rumah yang berada di Amerika
tersebut digunakan sebagai rumah tempat tinggal biasa.
Bentuk bangunan ini akan mengingatkan kepada kita tentang rumah yang
sering digunakan untuk tempat tinggal nenek sihir seperti dalam cerita
dongeng anak-anak. Meski demikian bukan suasana seram yang muncul, namun
justru nuansa yang sangat artistik dan unik.
Bagian dinding bawah yang juga berfungsi sebagai pondasi terbuat dari
batu karang yang dipecah dan dibentuk dengan ukuran yang sama dan
sepadan, lalu disusun menggunakan semen. Penggunaan batu ini
menghasilkan kesan bangunan yang menyatu dengan laut dan lingkungan alam
disekitar rumah tersebut.
Pembuatan pondasi dengan ukuran yang lebih tinggi, selain untuk
memunculkan nuansa yang artitistik, juga punya tujuan yang lain, yaitu
untuk menghindari terjadinya air pasang, terutama pada malam hari atau
ketika ada ombak besar yang datang. Sehingga air laut tidak bisa masuk
atau membanjiri ruang di dalam rumah.