Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Presiden PKS: Jika Bersikukuh BBM Naik, Kami Berseberangan

Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mungkin meninggalkan rakyat miskin yang telah membesarkan PKS dengan mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. 

"Jika akhirnya pemerintah bersikukuh naikkan harga BBM, maka terpaksa kami berseberangan," kata Luthfi dalam siaran pers, Rabu (28/3/2012). 

Luthfi mengatakan, PKS sudah memberikan lima opsi untuk menghindari kenaikan harga BBM kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Opsi itu, kata dia, sudah disampaikan sejak 1,5 tahun lalu. 

"PKS sudah melakukan berbagai simulasi terhadap skenario APBN untuk menghindari kenaikan harga BBM yang menyangkut sepertiga penduduk negeri ini. Jika usulan PKS terealisasi, angka defisit APBN-P sebesar 2,23 persen dapat tertutupi seperti dalam usulan pemerintah, tanpa menaikkan harga BBM," kata Luthfi. 

Luthfi berharap semua pihak menahan diri untuk tidak terjebak dalam aksi-aksi yang kehilangan substansi dan merugikan masyarakat. "Kami yakin Presiden SBY yang berhati lembut dan santun tidak akan membiarkan rakyatnya menderita akibat kenaikan harga BBM. PKS memilih berdiri bersama rakyat," pungkas dia.

Garuda Indonesia Berpartisipasi dalam Earth Hour

PT Garuda Indonesia ikut berpartisipai dalam kampanye global Earth Hour, Sabtu (31/3/2012) malam, dengan memadamkan lampu dan peralatan listrik. Earth Hour dilaksanakan pukul 20.30 - 21.30. Aksi selama sejam ini ditargetkan menghemat tiga juta watt listrik.

Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia Tbk, Pujobroto mengemukakan, Earth Hour di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng, Jakarta, itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Garuda Indonesia terhadap kelestarian lingkungan, serta perwujudan komitmen kepada pengurangan dampak perubahan iklim.

Menurut Pujobroto, tahun ini merupakan kali keempat Garuda Indonesia ikut di dalam kampanye ini sejak 2009. Earth Hour dilaksanakan malam ini Pukul 20.30 - 21.30.
Earth Hour di lingkungan Garuda Indonesia dilaksanakan dalam tiga bentuk. Pertama, pemadaman lampu selama satu jam pada bagian-bagian tertentu pada seluruh kantor perwakilan Garuda Indonesia (dan anak perusahaan) di seluruh Indonesia, lalu di kantor pusat atau Gedung Manajemen Garuda Indonesia.
Kedua, melaksanakan pemadaman pada billboard Garuda Indonesia di kantor-kantor di Indonesia seperti di Gunung Sahari, Bandara Soekarno-Hatta, dan JPO Sarinah serta beberapa titik di seluruh kota di Indonesia. Lalu, menayangkan TVC Global Hour pada kantor penjualan Garuda Indonesia dan kantor Garuda Frequent Flyer (GFF).

Ketiga, melakukan kampanye kepada seluruh karyawan dan keluarga Garuda Indonesia agar turut berperan aktif untuk mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30-21.30 di rumah masing-masing.
Pujobroto mengklaim, sejak pertama kali mendukung program Earth Hour, setiap tahunnya Garuda Indonesia berhasil meningkatkan jumlah penghematan pemakaian daya listrik di lingkungan perusahaan maupun kediaman karyawan Garuda. Pada 2011, misalnya, Garuda mampu mencatat penghematan daya listrik di lingkungan perusahaan dan kediaman karyawan sebesar 2.158.527 Watt, yakni meningkat empat kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun ini Garuda Indonesia menargetkan dapat mencatatkan penghematan listrik sebesar 3 juta watt. Apabila target ini terpenuhi maka Garuda Indonesia akan memenuhi tantangan terkait lingkungan hidup lainnya, yaitu membangun jalur pedestrian di Garuda City Centre (GCC), serta membuat lubang-lubang biopori di lingkungan GCC.

Jumat, 30 Maret 2012

Yulia, Polwan cantik yang sering digoda demonstran



Bripda Yulia (kanan) bersama rekannya merdeka.com/Eko Prasetyo

Beberapa puluhan polwan tampak sigab dalam mengamankan demo yang terjadi di depan istana Merdeka, Jakarta Pusat. Dari puluhan polwan tersebut salah satunya memiliki wajah yang teduh.

Meski mengenakan seragam polisi yang identik dengan garang, Bripda Yulia (19) tetap terlihat teduh dan tenang. Sesekali, Yulia pun melemparkan senyum kepada para guru yang melakukan demo di depan istana Merdeka.

Yulia pun mengaku tidak pernah takut dalam menghadapi para demonstran. "Enggak takut karena kita saling membantu," ujar polwan cantik ini yang berdinas sejak 2009 kepada merdeka.com, Kamis (29/3).

Yulia menambahkan, dirinya sering menjaga demo termasuk demo ricuh yang terjadi pada (27/3) di Gambir, Jakarta Pusat. "Saat ricuh saya ditarik mundur untuk melindungi pendemo yang perempuan," tambahnya.