Minggu, 18 Maret 2012

Minuman-Minuman Yang Bikin Jantung Sehat

Faktor genetik dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk mengidap penyakit jantung. Tetapi kabar baiknya, penyakit ini sebagian besar dapat dicegah. Kita mungkin pernah mendengar nasihat bijak yang mengatakan, untuk menjaga jantung tetap sehat, maka harus mengonsumsi makanan begizi dan teratur berolahraga.

Namun bukan cuma perubahan gaya hidup yang dapat lakukan untuk menekan risiko sakit jantung. Apa yang Anda minum juga bisa membuat perbedaan. Berikut ini adalah beberapa jenis minuman yang disarankan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung :

1. Kopi
 
Mungkin hal ini sepintas terdengar aneh. Tapi tahukah Anda bahwa kopi memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi ketimbang kakao atau teh? Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang tepat dapat menghambat peradangan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Sebuah studi jangka panjang dan berskala besar, di mana melibatkan lebih dari 83.000 perempuan menunjukkan bahwa minum 2 cangkir kopi setiap hari dapat memangkas risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah ketimbang mereka yang sedikit minum kopi atau tidak sama sekali.

Saran : Meminum antara 2 hingga 4 cangkir kopi per hari termasuk kategori moderat. Tetapi jika Anda mengalami insomnia, gelisah dan kelelahan, cukup minum satu gelas saja

2. Jus delima
 
Belakangan ini reputasi jus buah delima semakin melonjak dan memikat para peneliti gizi. Betapa tidak, para pakar dari University of California menemukan bahwa, kapasitas antioksidan jus delima tiga kali lipat lebih tinggi ketimbang anggur merah dan teh hijau. Bahkan penelitian awal menunjukkan, konsumsi rutin jus buah delima dapat menurunkan kolesterol, mengurangi plak arteri (faktor risiko untuk penyakit jantung), dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Saran: Jika memungkinkan, hindari tambahan pemanis saat membuat jus delima

Apa Hebatnya Ipad3?


Penggila teknologi dan  gadget-freak sedang demam dengan peluncuran iPad3 (16 Maret 2012) - Oh, versi terbaru ini diberi nama "The iPad", jadi tidak mengikuti seri sebelumnya, iPad2.



Apa sih keunggulan The iPad dibanding versi pendahulunya?
Layar semakin tajam
Kualitas gambar yang lebih tajam dari HDTV dengan retina display 2048 x 1536 pixels--setara dengan 3,1 juta pixels, serta kamera 5MP dengan auto-exposure dan auto-focus. Lihat perbandingannya:
 iPad 2 vs The iPad

Ketajaman layar The iPad juga diuji oleh Lukas Matis, seorang mahasiswa Computer Science di ETH, Zurich dengan cara melihatnya di bawah mikroskop. Hasilnya bisa lihat berikut (merupakan bukti hebatnya The iPad).
 

5 Makanan yang Bikin Ketagihan




Selama ini, kita tahu bahaya dari konsumsi alkohol, narkoba, dan rokok bagi kesehatan karena dapat menimbulkan efek adiksi atau ketergantungan yang sulit dihentikan. Namun, pernahkan Anda sadar bahwa beberapa jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari juga bisa menimbulkan efek ketagihan?

 

Berikut adalah lima jenis makanan yang dinilai paling adiktif dan dapat memengaruhi Anda untuk mengonsumsinya secara terus-menerus.
1. Cokelat
Banyak orang mengaku menjadi pencinta cokelat, tetapi tahukah bahwa Anda sebenarnya sudah kecanduan cokelat? Salah satu alasan banyak orang merasa "kecanduan" makan cokelat adalah karena makanan ini mengadung senyawa kimia (theobromine, phenyethylamine, anandamide, dan triptofan) yang memberikan kenyamanan dan dapat meniru efek obat untuk memengaruhi otak. Cokelat juga mengandung alkaloid (tetrahydro-beta-carbolines) yang hadir pada minuman beralkohol.
2. Keju
Berbagai penelitian telah menemukan adanya kandungan opiat (morfin yang sangat adiktif) dalam produk olahan keju. Penelitian menunjukkan, jumlah morfin pada keju sangat kecil dan mungkin tidak cukup untuk menyebabkan kecanduan. Namun, beberapa peneliti telah menyatakan keprihatinan mereka soal tingkat kasein (protein utama dalam keju) yang menghasilkan morfin atau senyawa seperti opiat yang disebut casomorphins. Selain itu, keju juga mengandung phenylethylamine (efek stimulan) dan terkenal memiliki kualitas adiktif.
3. Gula
Kita semua tahu bahwa gula sangat buruk bagi kesehatan, tetapi, menurut banyak penelitian, gula juga bisa termasuk zat adiktif.  Studi telah menyarankan, ketika kita mengonsumsi gula, bahan kimia yang disebut opioid dilepaskan oleh otak, yang menimbulkan rasa nikmat. Perasaan ini membuat seseorang selalu menginginkan gula.
Sebuah riset di Princeton University menyelidiki efek dari kecanduan gula pada hewan tikus. Mereka menemukan, setelah diberi makanan tinggi gula, tikus tersebut mengalami gejala seperti gemetar dan terdapat perubahan senyawa kimia pada otak setelah tidak diberi gula. Penelitian ini menyimpulkan, sangat mungkin untuk kita bergantung pada gula.
4. Burger dan daging olahan
Banyak penelitian membuktikan, lemak dalam junk food, seperti burger, sebenarnya bisa bersifat adiktif. Menurut Profesor David Kessler, mantan komisaris US Food and Drug, kombinasi dari lemak, garam, dan gula dalam junk food dapat memicu otak sampai pada "titik kebahagiaan" dan membuat kita menginginkan lebih.
Para ilmuwan di Scripps Research Institute Florida mendukung teori ini dengan melakukan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa respons adiktif dalam otak tikus ketika makan junk food sama seperti pada orang yang mengonsumsi kokain atau heroin.